Luis Enrique Akan Siapkan Tim Terbaiknya Kontra PSG

Luis Enrique

Luis Enrique selaku pelatih di Barcelona, merasa sangat yakin kepada tim asuhannya yang mampu membalikan keadaan. Dimana pada leg kedua di babak 16 besar dalam ajang Liga Champions melawan Paris Saint-Germian di Camp Nou. Dalam pertandingan tersebut akan berlangsung pada hari selasa.

Dan sang pelatih merasa optimis jika Barca memiliki kemampuan untuk bisa membalikan keadaan yang sebelumnya mereka dikalahkan oleh PSG. Maka dari itu, pelatih berusia 46 tahun itu akan menyiapkan tim terbaiknya dalam merubah agregat di Liga Champions.

Enrique Berikan Penjelasan Jelang Kontra PSG

Luis Enrique
enrique yag sedang mengadakan konfrensi pers

“Saya tidak dapat mengetahui hasil nanti di laga Liga Champions yang akan kami hadapi adalah PSG. Namun, saya memastikan hasil dalam dua laga terkahir yang sama. Barcelona akan memberikan banyak gol dan akan mengembalikan kepercayaan diri di tiap pemain,” ucapnya sang pelatih.

“Saya rasa, kami sedang berada di situasi yang baik dan siap untuk menampilkan permainan yang akan mendapatkan haris terbaik. Dan saya sendiri pun begitu yakin, jika para pemain akan mendapatkan peluang yang banyak untuk bisa mengembalikan keadaan,” tambahnya.

Lionel Messi CS harus mampu memenangi laga tersebut dengan skor yang diluar akal, karena mereka harus membutuhkan lima gol tanpa balas untuk bisa kebabak selanjutnya babak perempat final, menumbangkan PSG. Pertandingan sebelumnya Barcelona harus di taklukan dengan skor telak 0-4 atas Les Parisiens di leg pertama yang berlangsung di Stadion Parc des Princes pada tanggal 14 Februari 2017 lalu.

Sementara itu, situasi Barca kini sedang dalam tren positif, dimana pasukan Enrique mampu memenangkan empat laga terakhir di La Liga, Spanyol. Jika kita melihat kembali pertandingan terakhir Barca dalam meraih dua kemenangan. Saat berhadapan dengan Sporting 6-1 dan Celta Cigo dengan berakhir skor 5-0.

Atas kemenangan tersebut, Barca menunjukkan kekuatan tim yang sebenarnya. Dan pelatih Enrique pun ingin laha tersebut dapat terulang kembali ketika mereka akan melawan PSG.

“Kami akan terus berjuang sampai pertandigan usai. Kami pun telah membuktikan kualitas yang sebenarnya di beberapa pertandingan terakhir. Dengan itu kami telah memiliki tantangan untuk bisa kembali meraih menang melawan mereka (PSG). Dan kami pun bisa membayar hutang selama 90 menit penuh,” ucap pelatih yang menginjak usia 46 tahun.

Meski begitu, peluang Blaugrana untuk bisa kebabak selanjutnya tidak memungkin. Dimana sejarah di Liga Champions, tidak ada klub yang mampu mengejar ketertinggalan, dimana agregat empat gol.

Barcelona Sukses Mengembalikan Keadaan Kontra PSG

Lionel Messi
messi sukses memenangkan timnya kontra psg

Pelatih Barcelona yang bernama Luis Enrique sempat memberitakan yang mengatakan bahwa dirinya akan pergi dari klubnya. Dengan alasan pelatih tersebut ingin istirahat, yang dikarenkan kelelahan yang membuat para pendukung klub pun mearasa bingung.

Dan sebuah kabar yang mengatakan di sosial media, bahwa Enrique mundur karena adanya lima pemain Barca yang mengkritik dirinya. Menurut sebuah media yang mengatakan, jika Enrique mendapatkan desakan untuk mundur karena adanya kritikan yang pedas dari lima pemain Barca.

Yang mana tidak ingin lagi dilatih ileh Enrique, usai mereka dipermalukan oleh Paris Saint-Germain dengan skor 4-0 di leg pertama babak 16 besar Liga Champions.

Para pemain bintang dari Barcelona, itu mengejutkan bagi para fans mereka. Yang mana pada leg kedua babak 16 besar ajang Liga Champions, tim asuhan Enrique mampu menunjukkan kekuatan mereka dan mampu mengembalikan keadaan yang membuat mereka melaju kebabak berikutnya yaitu perempat final.

Dan sang kapten tim pun, Lionel Messi merasa terharu atas perjuangan timnya dan pelatih. Lalu dia memberikan sebuah pelukan kepada pelatih dan menangis dipelukannya.

Szczesny: Saya Merasa Ada Perubahan di Diri saya

Wojciech-Szczesny

Wojciech Szczesny yang meerupakan Kiper andalan AS Roma, telah mengatakan bahwa dirinya merasa senang bisa bermain bersama dengan tim yang berjuluk Gaillorossi dalam karirnya. Penjaga gawang itu menilai selama membela dua musim, dia merasa berkembang dengan pesat bersama tim asal ibukota Italia.

Kiper berkebangsaan Polandia tersebut memang oleh AS Roma kembali dipinjamkan untuk bermain selama semusim. Yang dikarenakan dia tidak bisa bermain dengan secara reguler, dimana Peter Cech lebih dipecaya oleh pelatih Arsene Wenger sebagai penjaga gawang Arsenal, dengan adanya hal itu dia lebih memilih untuk berlaga di italia demi mendapatkan waktu bermain yang rutin.

Szczesny Ingin Memberikan Yang Terbaik Untuk Roma

Wojciech-Szczesny
Szczesny yang terlihat sangat senang usai timnya meraih kemenangan

Selama bermain di Italia, Szczesny menunjukkan permainan yang gemilang. Namanya mencatatkan tujuh kali clean sheets dalam 18 pertandingan yang dijalani bersama tim yang dijuluki Giallorossi.

Di bawah kepelatihan Luciano Spalleti, Szczesny merasa ada perubahan pada dirinya dalam bentuk kualitas permainan. “Selama bermain di bawah Spalletti saya begitu merasa percaya diri yang lebih untuk bisa berada di sini,” ucap Szczesny kepada media di Italia.

“Banyak pelajaran yang Saya pelajari dari dia (Spalletti). Harus mampu membangun permaianan dari belakang didalam sebuah permaianan,” pungkas kiper yang saat ini berumur 26 tahun.

Hal ini membuat Szczesny ingin terus bisa bermain dengan Roma, sekaligus menjuarai gelar Scudetto pada musim ini. Meski saat ini tim yang dibelanya berada di peringkat kedua klasemen Seri A yang hanya beda satu poin dari Juventus.

Arsenal dan AS Roma Sedang Berebut Wojciech Szczesny

Wojciech-Szczesny-AS-Roma
Szczesny yang tengah memberikan semangat kepada rekan setimnya di sebuah laga

Kiper kewarganegaraan Polandia, Wojciech Szczesny itu menyatakan kegembiraan yang tidak bisa ditutupinya, karena kedua klub seperti Arsenal dan Roma mengingikannya.

Dimana Kedua klub tersebut terus berupaya untuk bisa mendapatkan jasa penjaga gawang itu untuk memilih tawaran yang diberikan oleh Arsenal dan Roma.

Meski statusnya saat ini sebagai pemain pinjaman, yang membela tim ibukota italia dalam waktu dua musim dari The Gunners.  Telah menunjukkan permaianan terbaiknya yang membuatnya terus meningkat.

Pihak manajemen Roma berminat untuk mempermanen penjaga gawang berusia 26 tahun itu, yang sudah di persiapkan tawarannya untuk Arsenal. Akan tetapi, akan merasa kesulitan untuk mendapatkannya karena dia merupakan kiper pelapis bagi The Gunners.

Memang dia hanya membutuhkan waktu bermain banyak untuk meningkatkan kualitas permainannya, yang dimana Wojciech Szczesny tidak bisa menggantikan posisi Petr Cech ketika bermain bersama Arsenal.

Szczesny yang mengakui bahwa masa depannya berada di tangan Arsene Wenger yang belum menandatangnani perpanjangan kontrak di Arsenal. Membuat kiper tersebut masih menggantung.

“Masa depan saya ? justru saya ingin lebih awal mengetahuinya,” ucapnya kepada media setempat.

“Semua itu saya serahkan kepada pelatih (Arsene Wenger) untuk memberikan keputusannya dengan baik,” tutupnya.

Menurutnya saat ini, dia merasa sangat bahagia telah diperbutkan oleh tim raksasa seperti Roma dan Arsenal. Itu membuat dirinya menjadi lebih percaya diri untuk bisa bermain dengan lebih baik.

Sepanjang musim ini, Wojciech Szczesny bermain bersama Roma sudah tercatat 20 penampilan, yang membuatnya merasa betah karena dirinya masih terus dimainkan. Berbanding terbalik ketika dia membela Arsenal.

Dia pun juga membantu tim yang berjuluk Giallorossi yang saat ini berada di peringkat kedua di klasemen sementara Liga Italia dalam perburuan gelar Scudetto musim ini. Yang semakin mendekati Juventus di puncak klasemen.

Juventus Berminat Datangkan Pemain Asal Bosnia

Sead-Kolasinac

Kabarnya Juventus memiliki niat untuk mendatangkan bek kiri milik Schalke 04 yang bernama Sead Kolasinac, karena penampilannya musim ini begitu mengesankan. Giuseppe Marotta yang menjabat sebagai Direktur di Juventus menjelaskan memang benar jika klub saat ini ingin mendaratkan pemain kebangsaan Bosnia itu ke Turin.

Memang beberapa pekan terakhir ini nama Kolasinac selalu disebut oleh Juventus. Tim yang dijuluki Bianconeri kabarnya ingin segera memproses transfer di bursa transfer karena pemain itu bebas agen. Pemain tersebut kontraknya akan berakhir dengan Schalke di akhir musim ini.

Allegri Butuh Pengganti Evra

Sead-Kolasinac
Kolasinac yang sukses menghadang bola dari tim lawan

 

Memang saat ini di dalam skuad Massimiliano Allegri sedang mencari pemain yang bisa menggantikan posisi bek veteran Patrick Evra yang pernah bermain di Manchester United yang hengkang dari Turin, dan ingin mempercepat proses penandatangan pemain yang berusia 23 tahun itu di bulan Januari ini.

Marotta yang memang mengakui bahwa Juventus memiliki minat serius dengan Kolasinac. Saat ini, Old Lady sedang mempertimbangkan perekrutan pemain tersebut apakah pada musim panas atau bulan Januari ini.

“itu benar jika kami ingin datangkan Kolasinac. Dia merupakan pemain pilihan. Pemain yang sangat menjanjikan bagi sebuah klub, dimana kontraknya akan segera habis. Meski, banyak klub lain menginginkan jasanya,” kata Marotta kepada media setempat.

“Saat ini kami sedang membuat rencana untuk bisa mendatangkannya. Kita lihat saja nanti,” tambah direktur olah raga Juventus.

Adanya ketertarikannya dari Juventus untuk mendapatkan Kolasinac dari Schalke, mereka ingin melihat perkembangan dari Patrick Evra yang kabarnya ingin meninggalkan klub.

Lalu, pihak klub bersiap-siap untuk mendatangkan pemain tersebut dengan rencana yang sudah mereka buat.

Juventus Akan Pertimbangan Untuk Mendatangkan Pemain Bosnia

Sead-Kolasinac-Schalke
Kolasinac yang berlari untuk mendapatkan bola

Direktur olah raga Juventus, Giuseppe Marotta memang mengakui jika klubnya memiliki ketertarikan dengan Sead Kolasinac yang merupakan salah satu opsi klub asal Turin, saat ini mereka sedang mempertimbangkan untuk merekrut bek milik Schalke 04.

Pemain kebangsaan Bosnia-Herzegovina itu kontraknya sebentar lagi akan segera selesai. Dimana bek berusia 23 tahun itu kerap dihubung-hubungkan dengan Juventus setelah kontraknya berakhir di Schalke 04.

Karena, banyaknya kabar yang sudah beredar atas ketidakjelasan dari mantan bek Manchetser United Patrick Evra mengenai masa depannya di klub. Maka dari itu, Marotta mengkonfirmasikan rencana transfer Juventus di bulan ini.

“Kami memang memiliki ketertarikan dengan Kolasinac, dia merupakan salah satu pemain yang menjadi pilihan kami,” Marotta yang berbicara kepada media usai timnya memenangkan laga melawan Atalanta di Coppa Italia.

“Karena kontraknya segera berakhir, jadi dia mempunyai kesempatan. “

“Dia punya peluang, karena kontraknya akan segera berakhir. Saat ini, klub lain sedang memantau dirinya juga.”

“Dalam situasi ini kami tengah melakukan pertimbangan sekaligus merencakan untuk mendatangkannya, maka kita lihat kedepannya.”

Juventus yang saat ini berpeluang dalam mendatangkan Kolasinac dengan free transfer. Dimana, kontrak pemain kelahiran Bosnia-Herzegovina tersebut pada musim panas 2017 nanti akan segera berakhir di Schalke.

Juventus memang berniat datangkan Kolasinac yang dikarenakan posisi dari Patrick Evra akan pergi dari Turin di barisan belakang. Rumor kepindahan Evra begitu kuat karena pelatih Massimiliano Allegri mencoret namanya ketika tim asuhannya memenangkan laga menghadapi Bologna dengan skor 3-0.

Di Schalke, Kolasinac memang menjadi andalan tim yang mengisi barisan kiri belakang. Selama pemain berusia 23 tahun itu bermain di musim 2016-2017, telah tercatat mencetak dua gol serta memberikan enam assist dalam 16 pertandingan di semua ajang memperkuat tim yang dijuluki The Royal Blues.

Berita Bola Messi Bawa Barcelona Ke Perempat Final Copa Del Rey

Lionel Messi dan Neymar

Updated: 25 Maret 2017

 

Jadwal SPANYOL: Copa del Rey
Semi Final
09.02. 03:00 Alaves  Celta Vigo 1 : 0
08.02. 03:00 Barcelona   Atl. Madrid  1 : 1
03.02. 03:00 Celta Vigo Alaves 0 : 0
02.02. 03:00 Atl. Madrid Barcelona 1 : 2
Jadwal Perempat Final
27.01. 03:15 Barcelona  Real Sociedad 5 : 2
26.01. 03:15 Celta Vigo  Real Madrid 2 : 2
26.01. 01:15 Eibar Atl. Madrid  2 : 2
25.01. 01:15 Alaves  Alcorcon 0 : 0
20.01. 03:15 Real Sociedad Barcelona 0 : 1
20.01. 01:15 Atl. Madrid Eibar 3 : 0
SPANYOL: Copa del Rey
Final
28/05/2017 01:00 Barcelona Alaves

Barcelona telah lolos ke perempat final berkat gol yang dicetak oleh Lionel Messi. Pemain yang disebut dengan La Pulga sukses memberikan kemenangan timnya dengan skor akhir 3-1 melawan Athletic Bilbao di petandingan babak 16 besar Copa del Rey leg kedua yang berlangsung di Camp Nou, pada hari Kamis dini hari tadi.

Atas Kemenangan yang mereka peroleh tim asuhan Luis Enrique memastikan lolos ke babak perempat final yang unggul agregat menjadi 4-3. Saat leg pertama di San Mames pekan lalu, seperti disadur dari portal berita bola terkini Sundul! Barcelona berhasil ditundukkan dengan hasil 1-2. Barca, dengan raih menang ini telah menunjukkan ketajaman kembali dari pemain yang mereka miliki yaitu Trio MSN (Messi,Luis Suarez dan Neymar) yang sukses meyumbangkan gol di pertandingan ini.

Berita Bola Pendukung Barcelona Tidak Bisa Menahan Rasa Cemasnya

Lionel Messi dan Neymar
Messi yang memeluk Neymar setelah pemain Brasil itu mencetak gol bagi Barcelona

Para fans Barcelona merasa panik, dimana tim lawan (Bilbao) terus memberikan tekanan di laga tersebut. Menurut situs berita bola terkini Messi dan kawan-kawan unggul terlebih dahulu di babak pertama berkat gol Luis Suarez melalu tendangan volley di menit ke 36. Gol tersebut merupakan gol ke-100 bagi Suarez di semua kompetisi dalam memperkuat Barcelona.

Saat babak kedua dimulai, Barcelona tampil lebih agresif. Dimana gol kedua pun terjadi yang dicetak oleh Neymar menjadikan skor 2-0 melalui tendangan penalti di menit ke 47. Seiring laga berjalan, striker Bilbao, Enric Saborit telah merubah kedudukan pada menit ke 51. selang beberapa menit kemudian Gol bertambah berkat Sabroit yang membuat kedudukan agregat sama menjadi imbang 2-2.

Akan tetapi, Barca tidak ingin adanya penambahan waktu di laga ini. Tendangan bebas yang dilontarka oleh Messi mampu menyelamatkan timnya di menit ke 77 membuat skor kembali berubah menjadi 3-1. Dimana gol eksekusi bola mati yang dilepaskan oleh Messi merupakan gol ketiga di semua ajang yang dijalani di tahun 2017.

Di pertandingan kompetisi La Liga saat melawan Villarreal, Messi juga menjadi pahlawan bagi Barcelona. Tendangan bebas yang dilepaskan kearah gawang tim lawan (Villareal) yang dijaga oleh Sergio Asenjo, membuat laga tersebut imbang dengan skor 1-1.

Messi Kembali Menyelamatkan Barcelona Yang Lolos Kebabak Perempat Final Copa de Rey

Lionel Messi
lolosnya Barcelona berkat Lionel Messi

Lionel Messi merupakan superstar yang dimiliki oleh Barcelona, menjadi pencetak gol penentu kemenangan saat timnya berhadapan dengan Athletic Bilbao. Atas kemenangan itu, Blaugrana lolos ke babak selanjutnya diputaran perempat final dalam kompetisi Copa del Rey yang berlangsung di Camp Nou.

Berkat Pemain kebangsaan Argentina itu, El Barca berhasil lolos diputaran 16 besar usai unggul tipis dengan agregat 4-3.

Messi yang melepaskan tendangan lewat free-kick mampu merobek gawang Iraizoz dengan mulus, kiper Bilbao pada menit ke 78.

Selain Messi yang menunjukkan penampilan terbaiknya di pertandingan penentu ini, ada juga kedua rekan setimnya yaitu Neymar dan Luiz Suarez yang bermain dengan agresif di laga itu.

Suarez yang terlebih dahulu menyumbangkan gol setelah menerima umpan yang diberikan Messi dan Neymar, mampu dimanfaatkan dengan baik.

Gol yang dicetak di menit ke 35 itu, merupakan gol ke 100 yang dikantongi oleh pemain kebangsaan Uruguay di Barcelona.

Sementara gol dari pemain emas kebangsaan Brasil Neymar melalui tendangan penalti sukses menambah kedudukan menjadi 2-1.

Karena Neymar dilanggar keras oleh pemain Bilbao, dia juga sebagai algojo untuk menendang, yang membuat Barca unggul.

Bilbao yang memberikan tekanan saat laga tersebut, sempat menyamakan agregat menjadi 3-3 melalui tendangan Enric Saborit Teixidor yang dicetak di menit ke 51.

Dalam laga tersebut tidak sampai kebabak tambahan waktu, dimana gol susulan dari Messi memastikan Barcelona melaju kebabak selanjutnya.

Roberto Carlos: Zidane Bisa Menjadi Pelatih Terbaik di Dunia

Zinedine Zidane

Legenda Real Madrid, Roberto Carlos memberikan dukungan kepada mantan rekan setimnya Zinedine Zidane ketika bermain bersama di Los Blancos yang diyakini mampu menjadi pelatih terbaik di dunia.

Setelah menggantikan posisi Rafael Benitez di Santiago Bernabeu di bulan Januari 2016 lalu, Zidane yang membawa klub bisa meraih 11 kemenangan Piala Eropa termasuk kemenangan atas rival sekotanya Atletico Madrid di babak final ajang bergengsi Liga Champions pada bulan Mei, sedangkan raksasa La Liga juga mengangkat Piala Dunia Antarklub dan bermain sebanyak 39 laga beruntun tidak terkalahkan.

Zidane Kalah di Ajang Penghargaan Pelatih Terbaik

Zinedine Zidane
Zidane yang sedang mengarahkan skuadnya untuk bisa meraih kemenangan

Zidane yang bersaing untuk menjadi pelatih yang terbaik di FIFA 2016 harus mengakui kekalahannya, bersama dengan pelatih Fernando Santos yang memenangkan Portugal di Euro 2016, tapi keduanya tumbang setelah hasil voting usai yang membuat pelatih Leicester City Claudio Ranieri menjadi pemenang di penghargaan tersebut setelah memenangkan Premier League musim lalu.

Meski begitu Roberto Carlos, yang pernah bermain selama lima tahun di Madrid bersama Zidane, merasa yakin kepada mantan rekan setimnya suatu hari akan menyandang gelar sebagai manajer terhebat di dunia.

“Pastinya anda sudah melihat rekornya, saya tidak bisa memberikan jawaban apapun. Tidak semua seorang manajer yang bisa dilakukan oleh Zidane dalam kurun waktu satu tahun,” ujar mantan bek kiri kepada media.

“Saya mendoakan dia untuk sukses. Dia melakukan pekerjaannya dengan sangat baik, memiliki kesederhanaan luar biasa dalam sistem kepelatihannya.”

“Dimana stafnya banyak membantu dirinya. Suatu hari dia bisa meraih penghargaan sebagai pelatih terbaik di dunia di masa yang mendatang”

Pada upacara penghargaan pada hari Senin, superstar Madrid Cristiano Ronaldo mendapatkan penghargaan Pemain Terbaik di FIFA, yang bersaing dengan Lionel Messi dari Barcelona dan Antoine Griezmann dari Atletico.

“Ini akan menjadi sebuah perjuangan dalam waktu yang lama. Satu tahun itu untuk Messi, yang berikutnya untuk Cristiano. Namun saat ini, Cristiano layak memenangkannya,” tambah Roberto Carlos.

“Manajer, pemain dan wartawan memberikan dukungan kepadanya, dan saya pikir dia layak untuk itu. Saya berharap dia menikmati itu.”

Carlos Yakin Suatu Hari Zidane Bisa Raih Penghargaan Pelatih Terbaik

real-madrids-zinedine-zidane-cristiano-ronaldo
Zidane berikan peluk mesra kepada Ronaldo

Mantan Real Madrid, Roberto Carlos mendoakan Zinedine Zidane yang merupakan satu angakatan saat membela Los Blancos bisa meraih penghargaan pelatih terbaik di masa depan.

Dalam ajang penghargaan pelatih terbaik yang diselenggarakan oleh FIFA, Zidane harus gagal menyandang gelar tersebut di tahun 2016. Bersama Fernando Santos yang masuk kandidat, namun Zidane harus kalah dengan pesaingnya yaitu Claudio Ranieri.

“Saya berdoa dia bisa meraih gelar tersebut. Karena dia melakukan pekerjaan sangat baik dan penuh perhitungan yang matang  dalam kesederhanaan yang dimilikinya sangatlah luar biasa, dan memiliki strategi modern dalam kepelatihannya,” tutur kata Carlos kepada mantan rekan setimnya saat bermain bersama di Madrid.

“Banyak yang membantu Zidane seperti staf pelatih dan orang-orang yang berada di klub. Saya sangat yakin jika dia layak menjadi pelatih terbaik dunia di masa yang akan datang,” jawabnya sekali lagi.

Pelatih berkepala plontos itu baru menangani Real Madrid sudah satu tahun. Seperti yang kita lihat, prestasinya saat ini tidak bisa dianggap remeh. Zidane yang berkebangsaan Perancis itu sudah membawa Madrid meraih gelar juara seperti Piala Super Eropa, dan Piala Dunia Antarklub, dan juga  Liga Champions.

“Coba saja anda melihat sendiri hasilnya. Saya sendiri tidak bisa berkata apapun.  Tidak ada pelatih manapun yang bisa  melakukan seperti Zidane dalam 12 bulan,” Carlos menyelesaikan pembicaraanya.

Higuain Sukses Berikan Kemenangan Bianconeri di Serie A

gonzalo-higuain-juventus

Gonzalo Higuain yang membuktikan kualitas dirinya dengan menyumbangkan dua gol bagi Juventus membuat awal tahun 2017 yang luar biasa mampu memenangkan laga Bologna 3-0 sekaligus mempertahankan 26 kemenangan mereka secara berturut-turut di Serie A.

Pemain yang didatangkan dengan sangat fantastis itu dalam pertengahan musim harus menerima kekalahan yang mengecewakan di Supercoppa Italiana melawan AC Milan dalam drama adu penalti setelah imbang 1-1 perpanjangan waktu.

Namun, tidak ada tanda-tanda kurangnya kepercayaan diri mereka atau mentalitas dari menghabiskan dua minggu selama periode dalam kemenangan tanpa fixture kompetitif.

Higuain Buktikan Kualitas Sebagai Sosok Striker Murni

gonzalo-higuain-juventus
Higuain yang menunjukkan jersey kebanggaannya kepada media

Gol pertama yang dicetak oleh Higuain dibabak pertama dan Paulo Dybala yang mengeksekusi penalti ini terlihat jelas tim asuhan Massimiliano Allegri mendominasi dengan cepat untuk mengambil alih yang berlangsung di Turin, mantan striker Napoli itu menambahkan gol keduanya saat  memulai babak kedua.

Hasilnya melihat tim juara bertahan mengembalikan keunggulan menjadi empat poin bagi mereka dipuncak teratas kedua yang ditempati oleh Roma, menjelang Coppa Italia terakhir dalam 16 pertandingan di kandang Atalanta pada hari Rabu.

Tim tuan rumah harus merasa puas tanpa bek berpengalaman Patrice Evra, yang hengkang karena akan pergi di Januari nanti dari Turin.

Tapi itu tidak membuat pemegang gelar untuk mencatakan rekor kembali, Juve yang sudah tidak terkalahkan di depan fans mereka sendiri di Serie A sejak Agustus 2015.

Higuain mampu membuat Juve memimpin lebih awal dengan melepaskan tembakan setengah voli yang diberikan umpan dari Miralem Pjanic, bola yang kearah atas gawang Bologna yang menghasilkan 1-0 dengan hanya delapan menit berlalu.

Stephan Lichtsteiner yang hampir menggandakan keunggulan di menit ke-6, bola yang berada kakinya dilepaskan dari sudut kotak penalti dan  hanya melebar jauh dari gawang lawan.

Neto, yang tampil bermain dikarenakan Gianluigi Buffon yang sakit, yang sempat mendapatkan ujian oleh Federico Di Francesco didepan gawangnya namun mampu diselamatkan.

Setelah bermain dengan baik banyak memberikan seringan di babak pertama, harapan Bologna untuk mendapatkan sesuatu dari pertandingan fatal di menit kelima sebelum jeda, ketika Stefano Sturaro digantikan posisi oleh Marios Oikonomou.

Dybala yang mengambil kesempatan penalti berhasil mengubah keunggulan menjadi 2-0.

Berkat Higuain dan Dybala, Juventus Raih Kemenangnan Atas Bologna

Gonzalo Higuain
Higuain yang sedang berlari mengendalikan sekaligus menghindar dari tim lawan

Kemenangan besar Juventus saat menghadapi Bologna di Turin yang menghasilkan skor 3-0 dalam laga lanjutan kompetisi Seri A, akhir pekan.

Dua gol yang dicetak oleh Higuain dalam satu pertandingan selama bermain di tim raksasa Italia. Lebih mengejutkannya lagi, pemain berusia 26 tahun itu dua diantaranya di tiga laga terakhir bersama Juventus.

Atas kemenangan tersebut Juventus masih berdiri di puncak klasemen sementara Seri A, yang mengantongi 45 poin dari 18 pertandingan yang dijalaninya dan masih kurang satu diantara semua klub yang ada di Italia dengan meraih menang sebanyak 15 kalah dan tiga kali kalah sepanjang musim ini.

Tim asuhan Massimiliano Allegri harus terus fokus di tiap pertandingan untuk kembali meraih gelar Scudetto keenamnya sekaligus mencatat sejarah klub yang memenangkan secara beruntun dan masih berjuang untuk bisa menyabet gelar bergengsi di Liga Champions yang sudah lama tidak diraihnya.

Beruntung Juventus yang memiliki bomber seperti Gonzalo Higuain merupakan pemain terbaik di dunia yang mampu mencetak rekor gol terbanyak di musim lalu. Memang harus diakui harga menentukan kualitas.

Lahm Masih Ingin Terus Bermain

Philipp Lahm

Rumor yang sudah tersebar luas bahwa salah satu pemain Bayern Munchen, Philipp Lahm akan mengakhiri karir sepakbolanya.

Namun, pemain berusia 33 tahun itu telah membantahkannya, yang menjelaskan bahwa dirinya masih ingin terus bermain bersama Munchen untuk melalui paruh kedua di kompetisi Bundesliga musim ini.

Lahm Siap Hadapi Freiburg

Philipp Lahm
Lahm yang sedang menggiring bola

Tim yang dijuluki The Bavarians telah berada di pusat pelatihan sebelum mereka akan menghadapi Freiburg yang dijadwalkan pada tanggal 20 Januari nanti dalam lanjutan Liga domestik.

Di usianya yang sudah tidak muda, pemain tersebut memang sudah memutuskan pensiun dari tim nasional Jerman dan berkeinginan berkarir menjabat direktur sepakbola di Munchen.

Dengan adanya pemberitaan tersebut kapten tim yang juga berposisi bek begitu yakin bahwa dirinya masih sanggup bermain dalam jangka waktu yang cukup lama di Allianz Arena.

“Hari ini, saya sudah yang kedua dalam menjalani sesi latihan dipertengahan musim terakhir kali ini,” ucap Lahm seperti yang tertulis dibeberapa media.

“Saya masih memiliki kontrak sampai 2018.”

Di musim ini memang Bayern Munchen yang memimpin liga domestik musim ini, yang lebih unggul dari tiga poin klub promosi RB Leipzig yang membuat kejutan di klasmene sementara ini dengan menduduki posisi kedua.

Meski di umurnya saat ini Lahm akan membuktikan kualitasnya sebagai pemain sepakbola profesional bagi tim kecintaanya yang dia bela saat ini untuk kembali memberikan gelar juara Bundesliga.

Lahm memang pemain yang dapat diandalkan bagi tim, dimana pemain tersebut tengah bermain sebanyak 11 pertandingan sebagai starter dan menyumbangkan satu gol bagi timnya.

Lahm Akan Pensiun 2018 di Bayern Munchen ?

philipp-lahm-bayern-munchen
Lahm yang sedang konfrensi pers

Philipp Lahm kembali mengatakan jika dirinya masih belum berniat untuk menyelesaikan dunia sepakbola bersama Bayern Munchen akhir musim ini.  Bek sekaligus kapten Die Roten masih menyisakan sisa satu tahun kontrak bersama timnya saat ini.

Maka dari itu Lahm akan terus menjalani pertandingan untuk usai kontraknya dan dipastikan tidak akan menjadi pemain di tahun 2018 mendatang. Yang kabarnya, Lahm akan diberikan jabatan direktur olahraga dengan pihak klub.

Sebelum gosip beredar dengan luas jika Lahm akan selesai tugasnya di tanggal 30 Juni 2017 nanti. Jika hal itu terjadi, akan menjadi sebuah perpisahan yang sangat dramatis untuk para pendukung Munchen hingga kini, terkecuali saat dia bermain dengan Stuttgart dengan status peminjaman dua musim lalu.

Philip Lahm yang sudah tercatat dengan totoal 497 kali bertanding memperkuat Bayern Munchen di ajang semua gelar. Dimana sukses memberikan gelar juara Bundesliga sebanyak delapan kali dan mengangat thropy Liga Champions.  Dan juga pernah masuk dua kali masuk final Liga Champions pada tahun 2010 dan 2012, akan tetapi, Die Roten harus tersingkir secara beruntun dengan Inter dan Chelsea.

Saat ini, memang umur Philipp Lahm sudah menginjak 33 tahun, yang masih memiliki satu lagi  sebelumu dirinya memastikan pergi. “Ini merupakan salah satu dari kedua saya berada di kamp latihan di pertengahan musim dan saya,masih memiliki kontrak hingga tahun mendatang,” katanya kepada media.

Menurut sebuah laporan, saat Lahm pensiun di Bayern Munchen akan diberikan penawaran pekerjaan yang memiliki jabatan tinggi sebagai direksi klub. kemungkinana akan dijadikan direktur olahraga, tetapi akan panjang untuk bisa melalui ke arah sana. Maka Lahm bisa fokus bersama Munchen untuk menyelsaikan musim ini.

“Kami harus bisa menyeimbangkan dalam menyerang dan bertahan dengan baik. Di beberapa pertandingan, kesimbangnya sudah terlihat. Tapi lebih baiknya sepanjang musim ini, kami belum bisa bermain dengan sempurna.”

Sacchi Berikan Dukungan Untuk Juventus Raih Gelar Liga Champions

Skuad Juvenrtus

Mantan pelatih kepala Italia dan AC Milan, Arrigo Sacchi  memberikan dukungannya dan merasa sangat yakin jika Juventus akan memenangkan gelar Liga Champions musim ini.

Juventus yang mendominasi sepakbola Italia, memenangkan lima kali juara Serie A secara beruntun dan mereka kini sedang mengincar Scudetto keenamnya, tetapi tim asal Turin juga ingin dipandang di lever antar klub Eropa.

Pelatih berusia 49 tahun , Massimiliano Allegri yang sukses mencapai Runner-up pada tahun 2014-15, pada bulan depan nanti  Juventus akan berhadapan dengan klub asal Portugal Porto di babak 16 besar di ajang bergengsi Liga Champions.

Sacchi Sukses Raih Liga Champions Bersama Milan

Skuad Juvenrtus
tim asuhan Allegri yang merayakan kemenangan mereka ketika sukses mengalahkan tim lawannya

Sacchi yang pernah meraih gelar Liga Champions untuk  Milan pada tahun 1989 dan 1990, yakin bahwa saatnya Juventus akan bersinar dalam pencarian mereka untuk ketiga trofi Liga Champions dan pertama sejak 1996.

“Saya merasa begitu yakin tahun ini akan menjadi milik Juventus di level Eropa,” ujar Sacchi ketika menjawab pertanyaan dari media.

“Anda pastinya sudah melihat klub besar lainnya di kancah eroap, mereka sedang berjuang untuk keluar dari masa sulit. Lihat bagaimana cara Real Madrid raih kemenangan di Piala Dunia Klub ketika di waktu tambahan. Di papan atas Liga Primer, Chelsea dan Liverpool, dimana kedua tim tersebut tidak masuk di ajang Liga Champions.”

“Juventus mempunyai semua yang dibutuhkan agar bisa raih kemenangan di Liga Champions. Memiliki pelatih, pemain dan klub yang luar biasa. Hanya saja mereka membutuhkan percaya diri yang lebih.”

“Selama 40 tahun Liga Champions terakhir mereka telah mendominasi, selain dua atau tiga dalam pengecualiannya. Maksud saya dengan mendominasi saat ini, bisa mengambil kendali sebuah laga dan percaya diri yang lebih dibandingkan tim lawan.”

“Di laga Serie A, Maurizio Sarri selaku pelatih Napoli telah menjadi sorotan, sementara itu Roma terus mencoba bermain sepakbola menyerang, sedangkanJuve berada di tingkatan berbeda.”

“Bianconeri memiliki keunggulan mengatasi kepercayaan diri, kedisiplinan dan gaya permainan yang saya tidak pernah lihat di klub lain di Italia. Bahkan, melihat terlihat lebih jauh berbeda, saya yakin Juve menjadi salah satu dari dua atau tiga klub yang disegani di dunia ketika melihat struktur dan visi mereka di masa depan. “

Sacchi: Ini Adalah Tahun Untuk Juventus Raih Gelar Liga Champions

Gonzalo Higuain Juventus
Higuain yang tampak bahagia usai mencetak gol untuk Juventus

Arrigo Sacchi sejauh pengelihatannya yang menyatakan jika tahun ini merupakan sangat tepat untuk Juventus untuk bisa meraih gelar di kompetisi Liga Champions, karena mereka merupakan bagian dari dua atau tiga klub terbaik saat ini.

Sacchi yang pernah memberikan AC Milan sebuah gelar Liga Champions di tahun 1989 dan 1990 secara beruntun, dan juga sukse membawa tim nasional Italia melaju kebabak final ketika Piala Dunia tahun 1994.

Tim yang berjuluk Bianconeri, sebuah tim yang dikandidatkan bisa memenangkan Liga Champions dan pelatih Massimiliano Allgeri  tampaknya bisa membawa tim juara bertahan Italia tersebut.

“Keyakinan saya terhadap Juventus di Eropa sangat tepat di tahun ini,” ujar Sacchi  yang pernah menjadi direktur olahraga Real Madrid  tahun 2004 – 2005.

“Kalau saja kalian melihat jelas klub besar yang ada di benua ini, saat ini sedang  berada kesulitan. Seperti yang kita ketahui Real Madrid harus berjuang untuk bisa memenangan Piala Dunia antar klub di babak tambahan ketika bertading kemarin.”

“Chelsea dan Liver di klasemen Liga Premier yang sedang  bersaing untuk memnduduki puncak klasemen, kedua tim itu tidak terlihat di ajang Liga Champions tahun ini. Untuk menjadi juara Liga Champions, Juventus sudah memiliki semua yang diburuhkan, seperti pelatih, pemain dan klub yang begitu mengesankan. Mereka hanya membutuhkan percaya diri yang lebih.”

Juventus Akan Perbarui Kontrak Paulo Dybala

Paulo Dybala

Giuseppe Marotta selaku Direktur Umum Juventus telah mengatakan bahwa Juventus akan memberikan kontrak baru terhadap striker mereka, Paulo Dybala ketimbang berburu pemain di jendela transfer Januari nanti.

Bagus Kehilangan Witsel Daripada Harus Melepas Dybala

Paulo Dybala

Dyabala buktikan dirinya sebagai sosok penyerang yang mampu mencetak gol bagi timnyaAxel Witsel yang lebih memilih menerima tawaran dari klub asal tiongkok Tianjin Quanjian tidak membuat Bianconeri merasa panik. Marotta menyatakan jika Juventus tidak merasa kecewa atas pilihan yang diputuskan oleh pemain berkebangsaan Belgia itu.

Menurut pria berusia 59 tahun itu, untuk saat ini yang paling utama adalah menyelesaikan pembaruan kontrak Dybala dalam waktu dekat.

“Dalam membicarakan kontrak baru yang akan diberikan kepada Paulo Dybala kami merasa merasa senang karena  berjalan dengan baik. Pemain sendiri pun merasa bangga untuk kembali berseragam kecintaannya Juventus,” ujar Marotta.

Beberapa media yang melaporkan, bahwa Dybala selama membela tim raksasa Italia senilai  2,2 juta euro atau setara dengan Rp 30,81 miliar per musim. Dimana gaji pemain tersebut masih di bawah dari Miralem Pjanic dan juga striker andalan mereka Gonzalo Higuain.

Pada bulan lalu, Juventus sempat mengumumkan untuk memberikan kenaikan gaji kepada Dybala yang menjadi 5.5 juta euro  jika di rupiahkan senilaiRp 77,04 miliar per musim dan tambahan bonus terhadap pemain itu. Akan tetapi, agen dari  Dybala masih belum menanggapi respons atas penawaran yang diberikan tersebut tersebut.

Pemain berusia 23 tahun itu sudah bermain membela Juventus 10 pertandingan dan mencetak tiga gol, yang membantu timnya hingga menduduki peringkat pertama di klasemen sementara Seri A.

Juventus Berikan Penolakan Mentah Kepada Barcelona

Paulo-Dybala-Juventus
Eksperisi Dybala ketika mencetak gol untuk Juventus

Tim raksasa Spanyol, Barcelona jelas terlihat sangat mengkagumi striker milik Juventus yang bernama Paulo Dybala. Klub Catalan itu memang dikabarkan berminat untuk mendaratkan pemain berusia 23 tahun tersebut, tetapi harus mendapatkan penolakan dari klub asal Italia.

Seperti apa yang sudah tersebar oleh media, bahwa Bianconeri memiliki rencana untuk memberikan penawaran kontrak baru untuk Dybala dibandingkan sang pemain bermain di Spanyol bersama Barcelona. Selain itu tim juara Scudeto berturut-turut pun langsung menolak tawaran yang terbilang begitu fantastis  dari klub lain.

Pemain itu sendiri pun masih memiliki kontrak dengan Bianconeri  sampai tahun 2020. Dybala yang didatangkan pada tahun 2015 dari Palermo dan sudah membantu tim hingga kini mampu menyumbangkan  23 gol dalam 46 pertandingan di musim lalu.

Juventus yang begitu beruntung memiliki pemain di barisan depan seperti Mario Mandzukic dan Gonzalo Higuain,  termasuk juga Dybala yang masih dinilai bagian terpenting di tim asuhan Massimiliano Allegri. Barca yang tidak ingin menyerah begitu saja untuk mendapatkan jasa pemain tersebut dilaporkan telah memasukkan pemain bintang mereka yaitu Lionel Messi untuk  menggoda Juventus.

Hal itu mereka lakukan karena pemain berdarah Argentina tersebut belum tandatangani pembaruan kontrak yang dimana akan berakhir pada tahun 2018.

Dybala merupakan pemain yang berpangaruh di Juventus musim ini, mampu memberikan dampak positif yang membuat sekarang ini menduduki puncak klasemen sementara Liga Italia.

Binaconeri saat ini sudah mengemas 42 poin dari 17 laga mereka yang kurang satu pertandingan, meraih kemenangan sebanyak 14 kali dan hanya kalah tiga kalah.

Yang pada sebelumnya Gonzalo Higuain telah mengatakan bahwa Dybala mirip seperti Lionel Messi dalam hal memainkan bola. Higuain yang berusia 29 tahun pun begitu yakin, kepada rekan setimnya bisa menjadi salah satu pemain yang terbaik dunia sepakbola saat ini.

“Kemiripan Dybala dengan Messi benar-benar nyata. Meski Messi tetap yang terbaik dan dia terus menampilkan permaiananya di tiap laga,” ucap Higuain.

“Dybala memang masih muda dan masih terus belajar untuk bisa menjadi pemain selevel rekan senegaranya, dia mempunyai ciri-ciri untuk bisa menjadi pemain terbaik di dunia,” tambahnya.

 

Ramos: Target Utama Madrid Treble Winners

sergio-ramos-real-madrid

Bek Real Madrid Sergio Ramos yang memilki keinginan untuk bisa memenangkan treble winners di musim ini, usai dirinya sukses di tahun 2016.

Satu-satunya klub Spanyol  yang merupakan pesaing timnya saat ini adalah Barcelona yang mampu menyabet gelar  Liga Champions dan dua gelar juara Liga domestik, yang dicapainya pada tahun 2008-09 dan 2014-15.

Madrid yang di tahun lalu, ketika mereka berhasil mengalahkan Kashima Antlers dengan skor 4-2 usai perpanjangan waktu untuk bisa  mengangkat trophy Piala Dunia Antar Klub, tetapi Ramos berkeinginan bisa meraih gelar juara yang lainnya.

Impian Besar Bagi Ramos Bersama Madrid

sergio-ramos-real-madrid
Ramos yang menyelamatkan timnya dari kekalahan, sukses meraih kemenangan untuk Madrid

“Kami memang memiliki misi untuk bisa meraih tiga  gelar juara dimusim ini seperti  Liga Domestik, Liga Champions dan juga Copa del Rey, bersama dengan gelar lainnya yang mungkin akan menyusul,” ujar sosok bek tersebut.

“Untuk bisa bermain sepakbola dengan sangat baik dan untuk bisa memberikan segalanya harus memiliki dasar.”

“Dengan adanya hal tersebut akan terasa lebih mudah untuk mencapai keberhasilan.”

Madrid masih berada di puncak teratas kompetisi La Liga di pertengahan musim dingin ini, yang hanya berselisih tiga poin dari klub Catalan meski Barca bermain satu pertandingan lebih sedikit.

Tim asuhan Zinedine Zidane yang akan bertemu dengan Napoli di putaran babak 16 besar dalan ajang bergengsi Liga Champions, sementara itu Sevilla menunggu dibabak  yang sama di kompetisi Copa del Rey.

Tidak Ada Hal Yang Lain Keinginan Ramos Bersama Madrid Musim Ini

Sergio Ramos
Ramos yang sedang melakukan selebrasi usai mencetak gol

Sergio Ramos sosok bek dan juga kapten di Real Madrid memiliki impian yang sangat besar disemua ajang kompetisi musim 2016-2017. Ramos yang berkeingin untuk bisa memberikan Real Madrid meraih treble winner sekaligus mencatatkan sejarah di musim ini.

Los Blancos yang belum merasakan kesuksesan yang ingin diraihnya tersebut bersama dengan sejarah klub yang sudah lama berdiri ini. Yang mana di musim kemarin, Madrid hanya mampu menjuarai gelar Liga Champions.

“Kami ingin mewujudkan mimpi untuk bisa  meraih treble winner dalam semusim, untuk raih kemenangan di La Liga, Copa del Rey dan juga Liga Champions. Maka dari itu, kami akan terus bekerja keras untuk bisa tampi dengan baik dan mengeluarkan kemampuan terbaik yang kami miliki,” ujar Ramos kepada media.

“Dengan itu, semua bakal terasa lebih mudah untuk bisa mencapai kesuksesan,” ucap pemain berusai 30 tahun.

Sejauh ini, Real Madrid masih memiliki kesempatan mendapatkan ketiga trofi yang diincar Ramos. Selama musim ini bergulir, Real Madrid sebenarnya sudah merebut trofi Piala Super Eropa dan Piala Dunia Antar klub.

Di Liga Domestik, Real Madrid yang duduk di posisi puncak klasemen yang sudah memainkan 15 laga. Los Blancos saat ini hanya beda tiga poin dari pesaing mereka yaitu Barcelona yang sudah bermain sebanyak 16 pertandingan.

Real Madrid yang dipastikan akan bermain di babak 16 kompetisi Copa del Rey. Dimana pada babak tersebut, tim raksasa Spanyol itu bakal menjalani dua laga kandang dan tandang yang akan berhadapan dengan Sevilla.

Real Madrid di kompetisi Eropa masih belum ada yang bisa menandingi. Tim asuhan Zinedine Zidane berhasil  lolos mencapai ke babak 16 besar meski runner-up dan akan bertemu klub Italia yaitu Napoli dibulan Februari nanti.

Madrid harus meyiapkan diri dengan matang, untuk bisa meraih impiannya meraih tiga gelar juara sekaligus di musim ini.