Ozil Tidak Menanggapi Kritikan

mesut ozil

Bintang Arsenal, Mesut Ozil telah menegaskan jika dirinya tidak memperdulikan para pengkritik dan merasa bangga dengan apa yang di capai saat ini.

Pemain berusia 28 tahun itu telah meraih trofi kemenangan bersama Werder Bremen, Real Madrid danThe Gunners. Ozil pun sukses meraih Piala Dunia 2014 bersama tim nasional Jerman.

Pemain tengah itu jarang terlihat didalam lapangan, karena kemerosotan dalam penampilannya yang disertai banyaknya kritikan yang diterima oleh klub Arsenal. Di awal musim, tim asuhan Arsene Wenger bermain dengan gemilang.

Arsenal yang harus keluar dari persaingan gelar juara Liga Inggris, dan jika dilihat mereka pun terancam  berada di posisi empat besar untuk mengakhiri musim ini. Yang membuat mereka tidak dapat tampil di ajang Liga Champions untuk pertama kalinya selama 20 tahun terakhir.

mesut ozil
ozil yang sedang mengontrol bola

Ozil Masih Mendengarkan Perkataan Arsene Wenger

Meski sang pemain sadar bahwa dia banyak menerima kritikan, tetapi Ozil tidak ingin mendengarkan hal-hal tersebut. Karena dia hanya ingin fokus apa yang sudah diberikan tugas oleh pelatih, Arsene Wenger.

“Saya tahu, banyak orang-orang yang mengkritik. Tetapi saya tidak akan memperdulikannya. Dengan pelatih memberikan arahan, maka hal itu merupakan penting bagi saya. Sedangkan untuk para pengamat tidak membuat saya tertarik,” ucap pemain asal Jerman itu kepada media.

“Saya tahu apa yang harus saya lakukan untuk tim. Saya bermain di level tertinggi agar tidak sia-sia. Dan saya pun pernah meraih suskes. Banyak yang mengharapkan saya terlalu tinggi, tapi itu yang saya lakukan saat ini. Saya pun mempunyai harapan yang begitu besar kepada diri sendiri.”

Meski harapan Ozil dalam penghargaan Ballon d’Or atau Pemain Terbaik FIFA sekarang ini, sangat lah sulit usai Arsenal keluar di sistem gugur Liga Champions. Dan dia pun mengatakan, dalam meraih gelar individu dengan itu dia harus bisa meraih gelar bersama klub di Liga Champions.

“agar bisa meraih semua itu, anda harus bisa meraih gelar Liga Champions. Jika memang tidak dapat, maka sulit untuk anda,” tambah Ozil.

“Menurut saya, pasti tiap pemain ingin mendapatkan penghargaan secara indivudu. Tapi, itu merupakan bukan hal saya utamakan. Jika saya bisa mencapainya di dalam karir saya, maka saya akan sangat bangga kepada diri sediri. Namun, hal terpenting menurut saya gelar bersama klub.”

Mesut-Ozil
ozil yang sedah berlatih di kamp pelatihan

Ozil Meminta Kekuatan Arsenal di Tambah

Pemain Arsenal yaitu Mesut Ozil, memnberikan sarannya untuk tim agar bisa menambah kekuatan di skuatnya jika ingin menjadi pesaing dalam perburuan gelar bergengsi.

Yang sebelumnya di musim 2003-2004, tim yang disebut The Gunners itu gagal meraih gelar juara Liga Inggris. Dan di musim yang sama, mereka tidak dapat melaju jauh di kompetisi bergengsi Liga Champions, sejak mereka terakhir kalinya lolos di babak final pada musim 2005-2006.

Sang pemain, saat ini begitu frustasi atas peforma timnya yang dalam persaingan gelar juara dan meminta kepada klub untuk bisa menambahkan kekuatan di skuatnya untuk bisa bersaing dengan klub-klub Eropa yang lainnya.

“Saya rasa, sudah waktunya klub menambah kekuatan untuk skuatnya. Namun yang lebih penting harus meminta pendapat pelatih.  Yang mana pelatih dan klub yang akan memutuskannya,” kata Ozil kepada media.

“Pasti anda sudah mengetahui skuat kami, yang tidak sebagus Bayern Munchen ataupun Real Madrid. Ajang Liga Champions pun juga tidak cukup, yang harus bisa melawan tim besar, karena mereka memiliki pemain berkualitas didalam skuatnnya.”

“Saya pun masih memiliki  semusim lagi bersama klub. Saya janya ingin dapat meraih gelar juara Liga Primer dan Liga Champions bersama klub ini.”

Roberto Carlos: Zidane Bisa Menjadi Pelatih Terbaik di Dunia

Zinedine Zidane

Legenda Real Madrid, Roberto Carlos memberikan dukungan kepada mantan rekan setimnya Zinedine Zidane ketika bermain bersama di Los Blancos yang diyakini mampu menjadi pelatih terbaik di dunia.

Setelah menggantikan posisi Rafael Benitez di Santiago Bernabeu di bulan Januari 2016 lalu, Zidane yang membawa klub bisa meraih 11 kemenangan Piala Eropa termasuk kemenangan atas rival sekotanya Atletico Madrid di babak final ajang bergengsi Liga Champions pada bulan Mei, sedangkan raksasa La Liga juga mengangkat Piala Dunia Antarklub dan bermain sebanyak 39 laga beruntun tidak terkalahkan.

Zidane Kalah di Ajang Penghargaan Pelatih Terbaik

Zinedine Zidane
Zidane yang sedang mengarahkan skuadnya untuk bisa meraih kemenangan

Zidane yang bersaing untuk menjadi pelatih yang terbaik di FIFA 2016 harus mengakui kekalahannya, bersama dengan pelatih Fernando Santos yang memenangkan Portugal di Euro 2016, tapi keduanya tumbang setelah hasil voting usai yang membuat pelatih Leicester City Claudio Ranieri menjadi pemenang di penghargaan tersebut setelah memenangkan Premier League musim lalu.

Meski begitu Roberto Carlos, yang pernah bermain selama lima tahun di Madrid bersama Zidane, merasa yakin kepada mantan rekan setimnya suatu hari akan menyandang gelar sebagai manajer terhebat di dunia.

“Pastinya anda sudah melihat rekornya, saya tidak bisa memberikan jawaban apapun. Tidak semua seorang manajer yang bisa dilakukan oleh Zidane dalam kurun waktu satu tahun,” ujar mantan bek kiri kepada media.

“Saya mendoakan dia untuk sukses. Dia melakukan pekerjaannya dengan sangat baik, memiliki kesederhanaan luar biasa dalam sistem kepelatihannya.”

“Dimana stafnya banyak membantu dirinya. Suatu hari dia bisa meraih penghargaan sebagai pelatih terbaik di dunia di masa yang mendatang”

Pada upacara penghargaan pada hari Senin, superstar Madrid Cristiano Ronaldo mendapatkan penghargaan Pemain Terbaik di FIFA, yang bersaing dengan Lionel Messi dari Barcelona dan Antoine Griezmann dari Atletico.

“Ini akan menjadi sebuah perjuangan dalam waktu yang lama. Satu tahun itu untuk Messi, yang berikutnya untuk Cristiano. Namun saat ini, Cristiano layak memenangkannya,” tambah Roberto Carlos.

“Manajer, pemain dan wartawan memberikan dukungan kepadanya, dan saya pikir dia layak untuk itu. Saya berharap dia menikmati itu.”

Carlos Yakin Suatu Hari Zidane Bisa Raih Penghargaan Pelatih Terbaik

real-madrids-zinedine-zidane-cristiano-ronaldo
Zidane berikan peluk mesra kepada Ronaldo

Mantan Real Madrid, Roberto Carlos mendoakan Zinedine Zidane yang merupakan satu angakatan saat membela Los Blancos bisa meraih penghargaan pelatih terbaik di masa depan.

Dalam ajang penghargaan pelatih terbaik yang diselenggarakan oleh FIFA, Zidane harus gagal menyandang gelar tersebut di tahun 2016. Bersama Fernando Santos yang masuk kandidat, namun Zidane harus kalah dengan pesaingnya yaitu Claudio Ranieri.

“Saya berdoa dia bisa meraih gelar tersebut. Karena dia melakukan pekerjaan sangat baik dan penuh perhitungan yang matang  dalam kesederhanaan yang dimilikinya sangatlah luar biasa, dan memiliki strategi modern dalam kepelatihannya,” tutur kata Carlos kepada mantan rekan setimnya saat bermain bersama di Madrid.

“Banyak yang membantu Zidane seperti staf pelatih dan orang-orang yang berada di klub. Saya sangat yakin jika dia layak menjadi pelatih terbaik dunia di masa yang akan datang,” jawabnya sekali lagi.

Pelatih berkepala plontos itu baru menangani Real Madrid sudah satu tahun. Seperti yang kita lihat, prestasinya saat ini tidak bisa dianggap remeh. Zidane yang berkebangsaan Perancis itu sudah membawa Madrid meraih gelar juara seperti Piala Super Eropa, dan Piala Dunia Antarklub, dan juga  Liga Champions.

“Coba saja anda melihat sendiri hasilnya. Saya sendiri tidak bisa berkata apapun.  Tidak ada pelatih manapun yang bisa  melakukan seperti Zidane dalam 12 bulan,” Carlos menyelesaikan pembicaraanya.

Ramos: Target Utama Madrid Treble Winners

sergio-ramos-real-madrid

Bek Real Madrid Sergio Ramos yang memilki keinginan untuk bisa memenangkan treble winners di musim ini, usai dirinya sukses di tahun 2016.

Satu-satunya klub Spanyol  yang merupakan pesaing timnya saat ini adalah Barcelona yang mampu menyabet gelar  Liga Champions dan dua gelar juara Liga domestik, yang dicapainya pada tahun 2008-09 dan 2014-15.

Madrid yang di tahun lalu, ketika mereka berhasil mengalahkan Kashima Antlers dengan skor 4-2 usai perpanjangan waktu untuk bisa  mengangkat trophy Piala Dunia Antar Klub, tetapi Ramos berkeinginan bisa meraih gelar juara yang lainnya.

Impian Besar Bagi Ramos Bersama Madrid

sergio-ramos-real-madrid
Ramos yang menyelamatkan timnya dari kekalahan, sukses meraih kemenangan untuk Madrid

“Kami memang memiliki misi untuk bisa meraih tiga  gelar juara dimusim ini seperti  Liga Domestik, Liga Champions dan juga Copa del Rey, bersama dengan gelar lainnya yang mungkin akan menyusul,” ujar sosok bek tersebut.

“Untuk bisa bermain sepakbola dengan sangat baik dan untuk bisa memberikan segalanya harus memiliki dasar.”

“Dengan adanya hal tersebut akan terasa lebih mudah untuk mencapai keberhasilan.”

Madrid masih berada di puncak teratas kompetisi La Liga di pertengahan musim dingin ini, yang hanya berselisih tiga poin dari klub Catalan meski Barca bermain satu pertandingan lebih sedikit.

Tim asuhan Zinedine Zidane yang akan bertemu dengan Napoli di putaran babak 16 besar dalan ajang bergengsi Liga Champions, sementara itu Sevilla menunggu dibabak  yang sama di kompetisi Copa del Rey.

Tidak Ada Hal Yang Lain Keinginan Ramos Bersama Madrid Musim Ini

Sergio Ramos
Ramos yang sedang melakukan selebrasi usai mencetak gol

Sergio Ramos sosok bek dan juga kapten di Real Madrid memiliki impian yang sangat besar disemua ajang kompetisi musim 2016-2017. Ramos yang berkeingin untuk bisa memberikan Real Madrid meraih treble winner sekaligus mencatatkan sejarah di musim ini.

Los Blancos yang belum merasakan kesuksesan yang ingin diraihnya tersebut bersama dengan sejarah klub yang sudah lama berdiri ini. Yang mana di musim kemarin, Madrid hanya mampu menjuarai gelar Liga Champions.

“Kami ingin mewujudkan mimpi untuk bisa  meraih treble winner dalam semusim, untuk raih kemenangan di La Liga, Copa del Rey dan juga Liga Champions. Maka dari itu, kami akan terus bekerja keras untuk bisa tampi dengan baik dan mengeluarkan kemampuan terbaik yang kami miliki,” ujar Ramos kepada media.

“Dengan itu, semua bakal terasa lebih mudah untuk bisa mencapai kesuksesan,” ucap pemain berusai 30 tahun.

Sejauh ini, Real Madrid masih memiliki kesempatan mendapatkan ketiga trofi yang diincar Ramos. Selama musim ini bergulir, Real Madrid sebenarnya sudah merebut trofi Piala Super Eropa dan Piala Dunia Antar klub.

Di Liga Domestik, Real Madrid yang duduk di posisi puncak klasemen yang sudah memainkan 15 laga. Los Blancos saat ini hanya beda tiga poin dari pesaing mereka yaitu Barcelona yang sudah bermain sebanyak 16 pertandingan.

Real Madrid yang dipastikan akan bermain di babak 16 kompetisi Copa del Rey. Dimana pada babak tersebut, tim raksasa Spanyol itu bakal menjalani dua laga kandang dan tandang yang akan berhadapan dengan Sevilla.

Real Madrid di kompetisi Eropa masih belum ada yang bisa menandingi. Tim asuhan Zinedine Zidane berhasil  lolos mencapai ke babak 16 besar meski runner-up dan akan bertemu klub Italia yaitu Napoli dibulan Februari nanti.

Madrid harus meyiapkan diri dengan matang, untuk bisa meraih impiannya meraih tiga gelar juara sekaligus di musim ini.